Tata Cara Kepengurusan IMB Lengkap dan Mudah



Tata Cara Kepengurusan IMB Lengkap dan Mudah

Memiliki rumah adalah kebutuhan primer yang harus dipenuhi selain sandang dan pangan. Proses kepemilikan rumah ini menjadi hal yang sangat vital, dan harus melakukan persiapan yang panjang. Selain persiapan biaya yang banyak dan mental, persiapan kepengurusan administrasi dan surat menyurat harus dipersiapkan dengan baik.

Ijin Mendirikan Bangunan adalah administrasi yang harus dipenuhi sebelum bangunan tempat tinggal mulai didirikan. Untuk mengurus IMB ini, ada persyaratan yang harus dipenuhi dan wajib dilakukan dengan urut sesuai prosedur yang ada.

Proses membangun rumah tidaklah sebentar. Butuh waktu berbulan-bulan lamanya, tergantung dari ukuran rumah, model rumah, serta kondisi lahan. Untuk kepengurusan surat Ijin Mendirikan Bangunan pun juga lama prosesnya. Inilah salah satu tantangannya. Tantangan membangun rumah sekaligus tantangan mengurus administrasinya. Harus telaten karena setiap bangunan harus memiliki surat menyurat terkait yang lengkap.

Namun pada kenyataannya, banyak orang yang tidak telaten dalam mengurus surat Ijin Mendirikan Bangunan ini. Belum memulai sudah menyerah karena merasa malas dengan prosesnya yang panjang. Jalan yang sudah pasti akan dijalani selanjutnya adalah mencari jasa calo. Lebih mudah tanpa harus pusing mengurus sendiri. Ditunggu di rumah saja sudah terima jadi.


Padahal jika mengurus IMB dilakukan melalui calo, biaya yang akan dikeluarkan akan berkali-kali lipat lebih besar. Sudah pasti akan sangat rugi. Jika surat Ijin Mendirikan Bangunan ini diurus sendiri, maka biaya administrasinya pun akan lebih murah. Biaya sudah ditetapkan sesuai prosedur dan kebijakan pemerintah. Maka dari itulah, akan lebih baik jika kita mengurusnya sendiri.

Kepengurusan Ijin Mendirikan Bangunan bisa dilakukan sendiri dengan tata cara berikut :
1.      Mempersiapkan gambar denah rumah. Hal ini penting, karena sudah menjadi tuntutan kepengurusan Ijin Mendirikan Bangunan ini, yakni disesuaikan dengan tujuan IMB. Di mana tujuan kepengurusan IMB ini adalah untuk mendapatkan kepastikan hukum tentang tata letak bangunan yang meliputi ukuran, bentuk, dan lain-lain. Denah akan menentukan desain bangunan rumah. Semakin besar dan modern rumah yang dibangun, maka akan mempengaruhi besarnya pajak bangunan.
2.      Mempersiapkan beberapa fotokopi :
a.      Kartu Tanda Penduduk atau Kartu Tanda Pengenal pemilik rumah
b.      Sertifikat tanah
c.       Sertifikat rumah.
Untuk sertifikat-sertifikat tersebut jika rumah yang akan diurus surat Ijin Mendirikan Bangunan bukanlah rumah hak milik kita. Maka dari itulah diperlukan surat perjanjian penggunaan lahan.
3.      Pergi ke Dinas Pekerjaan Umum untuk mengambil formulir. Langkah ini dilakukan setelah persyaratan 1 dan 2 sudah lengkap. Mengisi formulir ini harus cermat dan bertanda tangan di atas materai 6000.
4.      Membawa formulir tesebut ke kantor pemerintahan setempat untuk mendapatkan legalisasi. Kantor pemerintahan yang dituju adalah kantor kelurahan dan kantor kecamatan dengan melengkapi beberapa lampiran berikut :
a.      Gambar denah yang berisi gambar atap, pondasi, sanitasi, dan site plan.
b.      Gambar konstruksi beton dan baja beserta perhitungannya.
c.       Surat keterangan hak milik bangunan dan tanah
d.      Surat persetujuan dari tetangga sebelah rumah, karena secara tidak langaung bangunan akan berhimpit.
Semua lampiran disertakan rangkap 3.
5.      Membawa formulir ke Dinas Pekerjaan umum dengan lampiran yang sudah lengkap sebagai jembatan proses mengurus IMB
6.      Menunggu persetujuan dari DPU.

Lamanya mengurus IMB ini tidak sampai 1 bulan. Maksimal 2 atau 3 minggu saja dan dengan biaya di bawah 1 juta rupiah. Bandingkan saja jika lewat calo. Maka dari itulah akan lebih baik jika kita mengurus surat Ijin Mendirikan Bangunan ini sendiri.


Komentar