TATA CARA BERTAMU DAN MENERIMA TAMU



TATA CARA BERTAMU DAN MENERIMA TAMU


A.                Tata Cara Bertamu. Bertamu adalah berkunjung ke rumah orang lain dalam rangka mempererat silaturrahim. Maksud orang lain disini bisa tetangga, saudara (sanak family), dan teman sebaya. Bertamu tentu ada maksud dan tujuannya, antara lain menyambung persaudaraan atau silaturrahim, menjenguk orang yang sedang sakit, ngobrol-ngobrol biasa, membicarakan masalah keluarga, atau membahas tentang musyawarah lingkungan.

            Dengan mempererat tali silaturrahim pada sesama, berarti kita telah membina hidup           rukun, menumbuhkan rasa kasih sayang, tolong menolong dan saling membantu antara     sesama manusia. Selain itu, bertamu tidak saja menghubungkan tali persaudaraan tetapi             juga akan banyak menambah wawasan ataupun pengalaman.


 B.                 Cara Bertamu :

1.             Meminta ijin masuk. Dalam hal ini (memberi salam dan minta izin), mengetuk pintu batasannya adalah tiga kali. Maksudnya adalah, jika kita telah memberi salam tiga kali        namun tidak ada jawaban atau tidak diizinkan, maka itu berarti kita harus menunda          kunjungan kita kali itu. Adapun ketika salam kita telah dijawab, bukan berarti kita dapat        membuka pintu kemudian masuk begitu saja atau jika pintu telah terbuka, bukan berarti             kita dapat langsung masuk. Mintalah izin untuk masuk dan tunggulah izin dari sang pemilik rumah untuk memasuki rumahnya.
2.                  Jangan mengintip ke dalam rumah. Mengintip ke dalam rumah sering terjadi ketika seseorang penasaran apakah ada orang di dalam rumah atau tidak.

3.         Berpakaian yang rapi dan pantas. Bertamu dengan memakai pakaian yang pantas berarti    menghormati tuan rumah dan dirinya sendiri. Tamu yang berpakaian rapi dan pantas akan       lebih dihormati oleh tuan rumah, demikian pula sebaliknya.

4.         Memperkenalkan diri sebelum masuk. Jika ditanya siapa oleh tuan rumah, jawablah            dengan nama atau julukan yang ia mengenalnya. Kemudian apabila tuan rumah belum             tahu/belum kenal, hendaknya tamu memperkenalkan diri secara jelas.

5.         Masuk dan duduk dengan sopan. Setelah tuan rumah mempersilahkan untuk masuk,          hendaknya tamu masuk dan duduk dengan sopan di tempat duduk yang telah disediakan.    Tamu hendaknya membatasi diri, tidak memandang kemana-mana secara bebas.        Pandangan yang tidak dibatasi (terutama bagi tamu asing) dapat menimbulkan kecurigaan        bagi tuan rumah.

6.         Menerima jamuan tuan rumah dengan senang hati. Hendaknya tidak menampakkan sikap tidak senang terhadap jamuan itu. Jika sekiranya tidak suka dengan jamuan tersebut,       sebaiknya berterus terang bahwa dirinya tidak terbiasa menikmati makanan atau          minuman seperti itu. Jika tuan rumah telah mempersilahkan untuk menikmati, tamu         sebaiknya segera menikmatinya, tidak usah menunggu sampai berkali-kali tuan rumah             mempersilahkan dirinya dan makanlah dengan tangan kanan, ambilah yang terdekat dan   jangan memilih.

7.         Memilih waktu yang tepat untuk bertamu. Sebaiknya kita tidak bertamu pada waktu-        waktu makan, istirahat, atau jika waktu sudah larut malam, karena akan mengganggu        kenyamanan tuan rumah.


C.        Tata Cara Menerima Tamu :
1.                  Pengertian. Menurut kamus bahasa Indonesia, menerima tamu (ketamuan) diartikan; kedatangan orangyang bertamu, melawat atau berkunjung. Secara istilah menerima tamu dimaknai menyambut tamu dengan berbagai cara penyambutan yang lazim (wajar) dilakukan menurut adapt ataupun agama dengan meksud yang menyenagkan atau memuliakan tamu, atas dasar keyakinan untuk mendapatkan rahmad dan rida dari Allah.

2.                  Cara Menerima Tamu :
Berpakaian yang pantas. Sebagaimana orang yang bertamu, tuan rumah hendaknya mengenakan pakaian yang pantas pula dalam menerima kedatangan tamunya.

Menerima tamu dengan sikap yang baik. Hendaknya menerima kedatangan tamu dengan sikap yang baik, misalnya dengan wajah yang cerah, muka senyum dan sebagainya. Menggunakan tutur kata yang santun. Sekali-kali jangan acuh, apalagi memalingkan muka dan tidak mau memandangnmya secara wajar. Memalingkan muka atau tidak melihat kepada tamu berarti suatu sikap sombong yang harus dijauhi.
Menjamu tamu sesuai kemampuan dan tidak perlu mengada-adakan. Termasuk salah satu cara menghormati tamu ialah memberi jamuan kepadanya. Jika hanya mampu memberikan air putih maka air putih itulah yang disuguhkan. Apabila air putih tidak ada, cukuplah menjamu tamunya dengan senyum dan sikap yang ramah.
Antarkan sampai ke pintu halaman jika tamu pulang. Salah satu cara terpuji yang dapat menyenangkan tamu adalah apabila tuan rumah mengantarkan tamunya sampai ke pintu halaman. Tamu akan merasa lebih semangat karena merasa dihormati tuan rumah dan kehadirannya diterima dengan baik.



Komentar