Alasan Mengapa Kita Diberi Hal-Hal yang Tidak Menyenangkan



Alasan Mengapa Kita Diberi Hal-Hal yang Tidak Menyenangkan

Kita terlalu banyak mengeluh

Alih-alih bersyukur atas semua nikmat pemberian Tuhan, kita malah banyak mengeluh. Mengapa bisa begini? Mengapa bisa begitu? Harusnya begini, bukan begitu. Kita seolah merasa lebih tahu dari Tuhan apa yang seharusnya terjadi dalam hidup kita.

Padahal segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita bukanlah karena kebetulan, terjadi begitu saja. Semuanya ada alasannya, ada tujuannya. Hanya saja kita terlalu malas untuk memikirkannya dan terlalu picik dalam menyikapinya.

Daripada mengisi hidup dengan keluhan yang tidak menyelesaikan masalah, lebih baik kita mencoba memahami mengapa Tuhan memberi kita hal-hal yang tak menyenangkan.


Alasan mengapa kita diberi hal-hal tak menyenangkan dalam hidup.

Mengapa kita diberi gangguan :
  • Biasanya kita ingin tenang tiba-tiba kita diganggu kebisingan. Kita ingin tidur diganggu dering telepon yang tanpa henti. Kita ingin makan diganggu oleh pengamen atau pengemis yang nyelonong merebut makanan kita. 
  • Banyak hal yang jadi gangguan dan pengganggu dalam kenyamanan hidup kita? Mengapa harus ada gangguan? Agar kita belajar SABAR.
  • Tuhan tahu betul bahwa hidup ini butuh kesabaran, karena itu kita dilatih agar terampil mengelola gangguan dan memupuk kepribadian sabar dalam diri kita. 


Mengapa orang mengabaikan kita :
  • Kadang kita merasa kesal pada orang lain yang kita harapkan bisa membantu malah mengabaikan kita. Orang tua yang sejatinya kita harapkan jadi penopang kehidupan malah menyia-nyiakan kita. Kita merasa terkucil dan sendiri.
  • Tuhan memberi kita pelajaran agar bisa MANDIRI dengan membiarkan orang lain yang jadi tumpuan harapan mengabaikan bahkan menyia-nyiakan kita. Ketidakpedulian mereka membuat kita jadi berusaha dengan tangan dan kaki sendiri. Akhirnya kita berhasil juga tanpa bantuan siapa-siapa? Karena memang kita punya potensi untuk itu tapi tak pernah menyadarinya, karena selalu berharap bantuan orang lain.

Mengapa kita diberi kemarahan :
  • Banyak hal yang tidak sesuai keinginan membuat kita frustasi dan marah. Marah pada mereka yang menyalahgunakan kepercayaan. Marah pada mereka yang tak bisa menepati janji. Marah pada mereka yang suka membangkang perintah. 
  • Tuhan memberi kita kemarahan agar tahu bagaimana rasanya dimaafkan, memberi maaf dan mengasihi orang lain. Manusia diciptakan untuk hidup berdampingan secara damai. Jika semua orang bisa menahan diri dan berusaha memaafkan dan memahami tindakan orang lain maka dunia ini akan damai selamanya. Tak ada perang dan kebathilan yang merajalela.

Mengapa kita diberi kekalahan :
  • Agar kita bisa mengambil pelajaran dari kekalahan itu dan menyusun kekuatan kembali untuk merebut kemenangan. 
  • Agar kita bisa menghargai kemenangan. Kita hanya bisa menghargai kemenangan setelah terlebih dahulu mencicipi rasanya kekalahan.

Mengapa harus ada kebencian :        
  • Agar kita tahu bagaimana indahnya mencinta tanpa syarat. Agar kita bisa belajar menjadi pribadi yang lebih baik.
  • Saat membenci bukan diri pribadinya yang kita benci tapi kelakuan dan sikapnya yang membuat kita tak suka. Dari situ kita belajar agar jangan sampai memiliki sikap seperti orang yang dibenci itu. Dari situ juga kita belajar untuk berbuat baik pada setiap orang, bukan hanya pada mereka yang kita suka tapi juga pada mereka yang kita benci. Berbuat baik pada mereka yang kita benci tidak menjadikan kita munafik, tapi semata-mata karena karakter kita jauh lebih baik darinya.


Mengapa harus ada ketakutan :
  • Agar kita diberi keberanian untuk mengatasi rasa takut itu. Rasa takut sebenarnya adalah reaksi tubuh terhadap bahaya yang mengancam. Tapi bahaya kadang kita ciptakan sendiri dari imajinasi kita, dalam pikiran kita. Ketakutan itu kita yang menciptakannya dalam pikiran yang sudah tercampur baur dengan fakta dan imajinasi kita.
  • Lihatlah para balita yang tak kenal rasa takut. Semua hal ingin dicobanya. Sampai akhirnya pengalaman mengenalkannya dengan bahaya dan dia paham bagaimana harus menghadapi bahaya itu. 
  • Belajarlah dari para balita itu. Mereka mengalahkan rasa takut bukan dengan menghindarinya tapi dengan menghadapinya.

Mengapa harus ada rasa kehilangan :    
  • Agar kita bisa menerima kenyataan yang tak bisa kita kontrol dan melepaskannya, kemudian melanjutkan hidup. Kehilangan orang yang kita cintai, kehilangan anggota tubuh karena kecelakaan, kehilangan harta benda karena bencana. Semua itu mengajarkan kita rasa ikhlas.
Masuk akal bukan? Jadi jika merasakan hidup ini tak bersahabat dan diberi hal-hal yang tak menyenangkan sebenarnya Tuhan sedang mengajari kita memaknai kehidupan. Agar kita bisa hidup lebih baik, nyaman dan bahagia sampai akhir hayat.

Komentar