Bebrapa Tempat Wisata Religi di Banjarmasin



Bebrapa Tempat Wisata Religi di Banjarmasin


Ada beberapa Tempat Wisata Religi di Banjarmasin Banjarmasin selalu memiliki kesan tersendiri yang mendalam bagi siapa saja yang datang ke kota ini. Sungai-sungainya, siring-siringnya, keramahan penduduknya, kumandang lantunan azan yang saling bersahutan dari surau-suraunya, soto Banjar-nya, alunan musik pantingnya, serta banyak lagi hal-hal lainnya yang kesemuanya akan selalu melekat dalam ingatan mereka yang pernah berada di kota seribu sungai ini. Namun di samping itu, Banjarmasin sebagai kota religi ternyata juga memiliki banyak sekali objek wisata religi yang menarik untuk dikunjungi. Maka bagi siapa saja yang menyukai berwisata sambil beribadah, Banjarmasin adalah destinasi wisata Kalsel yang cocok untuk Anda datangi. Apa saja tempat-tempat wisata religi yang ada di kota ini? Salah satunya adalah :
Masjid Sultan Suriansyah. Masjid yang berada di Kelurahan Kuin Utara ini adalah masjid pertama di Kalimantan Selatan yang dibangun oleh raja Banjar pertama yang memeluk Islam: Sultan Suriansyah. Inilah tonggak penyebaran Islam di Kalimantan Selatan. Berbagai ukiran kuno masih bisa kita saksikan di masjid ini.
 Makam Sultan Suriansyah. Sultan Suriansyah atau yang setelah masuk Islam berganti nama menjadi Sultan Suryanullah adalah raja Banjar pertama yang memeluk Islam. Masuknya beliau dalam agama Islam menjadi kunci pembuka penyebaran agama Islam di bumi Banjar. Beliau dimakamkan di daerah Kuin beserta dengan keluarga dan keturunannya. Di dalam komplek makam tersebut juga terdapat museum kecil tempat penyimpanan barang-barang peninggalan Kesultanan Banjar.
Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Inilah masjid terbesar, termegah, serta terindah di Banjarmasin. Masjid yang berada tepat di jantung kota Banjarmasin ini setiap bagiannya memiliki nilai estetis dengan tingkat kecermatan yang tinggi. Ditambah dengan pepohonan rimbun di sekitarnya, maka berada di masjid ini kita bukan hanya terpukau akan keindahannya, namun juga mampu menyejukkan pikiran dan jiwa. Di halaman masjid ini, juga terdapat titik nol kilometer Kalimantan Selatan.

Pura Agung Jagat Natha. Jika ingin merasakan suasana Bali di Banjarmasin, maka datanglah ke pura yang beralamat di Jalan Gatot Subroto ini. Inilah pura satu-satunya yang ada di Kalimantan Selatan. Pura ini memiliki banyak candi dengan bentuk yang unik, bahkan juga memiliki kolam. Pokoknya, berada di sini, benar-benar serasa seperti di Bali.

 Gereja Katedral Keluarga Kudus. Gereja katolik ini lebih dikenal dengan sebutan "Gereja Batu" oleh warga Banjarmasin, karena pada saat dulu kebanyakan bangunan masih berupa kayu. Merupakan gereja tertua yang ada Kalimantan Selatan, yaitu dibangun pada 28 Juni 1931. Gereja dengan arsitektur neo-gotik dari Eropa ini dirancang oleh arsitek Roestenhurg. Berlokasi di Jl. Lambung Mangkurat No.40, Banjarmasin Tengah.
 Klenteng Soetji Nurani. Klenteng Soetji Nurani merupakan salah satu dari tiga klenteng yang ada di Kalimantan Selatan. Klenteng ini didirikan oleh The Sinyoe dan Anglim Thay pada tahun 1898, yaitu pada masa penjajahan di Kalimantan Selatan. Klenteng ini berada di pusat kota Banjarmasin, yaitu di Jalan Veteran, Kelurahan Kampung Gadang. Klenteng ini memiliki arsitektur bangunan yang indah, dilengkapi dengan patung-patung dan ukiran-ukiran yang mengagumkan. Suasana malam hari di klenteng ini juga sangat indah karena dipenuhi dengan lampion.
 Makam Surgi Mufti K.H. Jamaluddin. Makam dengan kubah yang beralamat di Jalan Masjid Jami, Kelurahan Surgi Mufti ini hampir setiap hari didatangi peziarah. Semasa hidupnya, K.H. Jamaluddin adalah seorang ulama besar yang diberi kewenangan memberi fatwa (Mufti). Saking besarnya kharisma beliau, namanya diabadikan sebagai nama kelurahan. Makam ini sendiri oleh pemerintah daerah ditetapkan sebagai benda cagar budaya. Di belakang makam, terdapat sebuah rumah banjar tua yang dulunya merupakan kediakam sang Surgi Mufti, dan terus didiami oleh anak cucu beliau. Di rumah tersebut terdapat barang-barang peninggalan Surgi Mufti sehingga tampak seperti museum mini.
Makam Al Allamah Datu Muhammad Amin. Makam ini berlokasi di Kelurahan Benua Anyar. Berdasarkan sejarah, Al Allamah Datu Muhammad Amin adalah mufti pertama di Banjarmasin. Beliau berjuang dalam mendakwahkan agama Islam meski mendapat tekanan dari Belanda yang pada masa itu menjajah Banjarmasin. Meski tidak memiliki pesantren, murid-murid sang Al Allamah banyak yang menjadi ulama besar.
Makam Al Habib Hamid bin Abbas Bahasyim (Habib Basirih). Habib Basirih, demikian Al Habib Hamid bin Abbas Bahasyim ini dikenal. Selama hidupnya, Habib Basirih dikenal sebagai seorang waliullah dengan berbagai karamah yang diberikan Allah, seperti mampu menghidupkan kambing, menyeberangi sungai hanya dengan tanggui (penutup kepala dari daun nipah, biasa digunakan petani, berdiameter sekitar 50 cm), menolong kapal yang hampir tenggelam dari tempat lain menggunakan gayung, dan banyak lagi. Makam beliau berlokasi di Kelurahan Basirih.
Makam Habib Abu Bakar Bin Salim Al Habsyi. Hanya kurang lebih seratus meter dari makam Habib Hamid Bahasyim, terdapat makam lain yang di bawahnya juga bersemayam jenazah orang yang mulia, yang juga mewarisi darah Sang Baginda Rasulullah SAW, yaitu Habib Abu Bakar Bin Salim Al Habsyi. Dari beliau, banyak lahir marga Al Habsyi lainnya yang menyebar di Kalimantan Selatan.
Nah, itu tadi beberapa tempat wisata religi yang ada di Banjarmasin, kota seribu sungai. Sebelum ke Banjarmasin, pastikan Anda menggunakan maskapai penerbangan yang nyaman dengan layanan memuaskan. Karena kenyamanan dalam perjalanan akan meningkatkan ke-khusyukan anda selama melakukan wisata religi. Garuda Indonesia adalah pilihan terbaik dalam hal ini.

Komentar